GERBANGINFO.COM– Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari, menegaskan komitmen organisasi dalam menuntaskan amanat Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI 2022 di Solo, salah satunya melalui pembentukan dan pelantikan kepengurusan HIPMI di empat provinsi baru di Papua.
Hal tersebut disampaikan Akbar saat menghadiri pelantikan pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Papua Barat Daya. Ia menyebut Papua Barat Daya menjadi provinsi terakhir dari rangkaian pemekaran HIPMI di wilayah Papua yang berhasil dituntaskan.
“Hari ini rombongan lengkap hadir, ada Sekjen, Ketua OKK, seluruh PIC OKK BPP HIPMI. Ini adalah bagian dari menunaikan janji kami di Munas 2022 di Solo. Papua Barat Daya menjadi provinsi penutup dari pemekaran HIPMI, dan alhamdulillah hari ini telah terpilih serta dilantik kepengurusan lengkapnya,” ujar Akbar.
Akbar mengakui dinamika organisasi merupakan hal yang wajar, terlebih di organisasi besar seperti HIPMI. Menurutnya, dinamika justru menjadi tanda bahwa organisasi berjalan dan hidup.
“Kalau tidak ada dinamika, berarti organisasi tidak hidup. Tapi saya bangga, karena kader-kader HIPMI Papua Barat Daya tidak salah memilih Ketua Umum. Pidato tadi sangat luar biasa, dengan semangat menghadirkan investasi, bukan membebani APBD,” katanya.
Ia menekankan bahwa di tengah berkurangnya anggaran pendapatan dan transfer ke daerah, investasi menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, HIPMI diharapkan menjadi platform strategis bagi pengusaha daerah untuk mengembangkan potensi lokal.
Akbar juga menyoroti berbagai potensi unggulan Papua Barat Daya yang belum dikelola secara optimal, seperti hilirisasi minyak kelapa dan sektor-sektor berbasis sumber daya alam lainnya. Ia berharap HIPMI Papua Barat Daya mampu menjawab tantangan tersebut melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan.
“Saya berharap momentum pelantikan ini menjadi kebangkitan awal HIPMI Papua Barat Daya untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, bermitra dengan pemerintah, BUMN, BUMD, dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat Daya, Rafael Kardinal, menegaskan bahwa HIPMI hadir sebagai organisasi pengusaha yang berorientasi pada penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antara pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP.
Rafael menyebut pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya pada tahun 2025 berada di angka 4,82 persen. Ia berharap kehadiran dan peran aktif HIPMI dapat memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan capaian tersebut.
“Saya dari awal maju di HIPMI Papua Barat Daya sudah berkomitmen, saya tidak datang untuk mengambil proyek-proyek pemerintah. Saya datang untuk membawa investasi dari luar ke Papua Barat Daya,” tegas Rafael.
Ia mengungkapkan sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus HIPMI Papua Barat Daya ke depan, antara lain kehutanan, perikanan, dan pertanian, yang sejalan dengan program nasional penguatan ketahanan pangan. Selain itu, sektor pariwisata dan UMKM juga menjadi perhatian, termasuk mendorong peningkatan akses penerbangan ke Sorong guna menunjang mobilitas dan kunjungan wisatawan.
Rafael juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk lokal dan peningkatan eksposur pasar bagi produk-produk UMKM Papua Barat Daya, serta mendorong transformasi ekonomi dan digitalisasi secara bertahap.
Melalui momentum pelantikan ini, HIPMI Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah organisasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan ekonomi Papua Barat Daya yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
“Ke depan, melalui Diklatda, Forbisda, dan Rakerda, kami akan menyusun dan menjalankan program kerja yang selaras dengan pemerintah daerah, sehingga HIPMI benar-benar bisa memberi kontribusi nyata,” pungkas Rafael.(jon)











